Selasa, 24 Juni 2014

primbon jawa hari untuk berpergian

Catatan Hari Baik untuk Berpergian
(5 Pebruari 2012 – 11 Pebruari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna ada ditulis daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik berawal dari sebuah tragedi yang menimpa keluarga, kelompok atau pun bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, tanggal dan hari terjadinya tragedi dicatat dan diingat sebagai hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 5 Pebruari sampai dengan hari Sabtu 11 Pebruari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Wage, 12 Mulud 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Kliwon 18 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Wage, 5 Pebruari 2012, kalender Jawa 12 Mulud 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Kliwon 6 Pebruari 2012, kalender Jawa 13 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Legi, 7 Pebruari 2012, kalender Jawa 14 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Paing, 8 Pebruari 2012, kalender Jawa 15 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Pon 9 Pebruari 2012, kalender Jawa 16 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Wage, 10 Pebruari 2012, kalender Jawa 17 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Kliwon, 11 Pebruari 2012, kalender Jawa 18 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 5 Pebruari 2012 sampai dengan Sabtu 11 Pebruari 2012 atau Minggu Wage 12 Mulud sampai dengan Sabtu Kliwon 18 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Kuningan, wuku nomor 12.
Catatan Hari Baik untuk Berpergian
Penggambaran Wuku Kuningan:
Raden Kuningan (kiri) menghadap Batara Endra.
Pohonnya adalah pohon Wijayakusuma, burungnya adalah burung Urang-urangan
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Kuningan adalah sebagai berikut :
Dewa yang menaungi wuku Kuningan adalah Batara Endra
Kelebihannya: luhur budinya, berwibawa, manis tutur katanya, hemat, tertib dan teliti dalam pekerjaan
Kekurangannya: cenderung pelit, sifatnya tertutup, suka menyendiri, menjauhi keramaian Kayu atau pohonnya adalah Wijayakusuma. Wataknya rahayu atau selamat, jeli dalam mengamati segala sesuatu
Burungnya adalah burung Urang-urangan yang mempunyai watak trampil dalam hal pekerjaannya, namun pemalu dan mudah tersinggung
Gedong tertutup yang berada di belakang, menggambarkan bahwa Wuku Kuningan lekat dengan harta miliknya
Bencananya : dikucilkan oleh lingkungan masyarakat
Hari naas : Jumat Wage.
Hari baik : tidak jelas.

primbon jawa hari untuk berpergian

Catatan Hari Baik untuk Berpergian
(29 Januari 2012 – 4 Pebruari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna ada ditulis daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik berawal dari sebuah tragedi yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, tanggal dan hari terjadinya tragedi dicatat dan diingat sebagai hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 29 Januari sampai dengan hari Sabtu 4 Pebruari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Paing, 5 Mulud 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Pon 11 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Paing, 29 Januari 2012, kalender Jawa 5 Mulud 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Pon 30 Januari 2012, kalender Jawa 6 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Wage, 31 Januari 2012, kalender Jawa 7 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Kliwon, 1 Pebruari 2012, kalender Jawa 8 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Legi 2 Pebruari 2012, kalender Jawa 9 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Paing, 3 Pebruari 2012, kalender Jawa 10 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Pon, 4 Pebruari 2012, kalender Jawa 11 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 29 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 4 Pebruari 2012 atau Minggu Paing 5 Mulud sampai dengan Sabtu Pon 11 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Galungan, wuku nomor 11.
Catatan Hari Baik untuk Berpergian
karya herjaka HS

penggambaran Wuku Galungan
Raden Galungan (kiri) menghadap Batara Kamajaya yang memangku bokor isi air.
Pohonnya adalah pohon tangan, dan burungnya adalah burung Bido.
(karya herjaka HS)
Ciri-ciri wuku Galungan adalah sebagai berikut :
Dewa yang menaungi wuku Galungan adalah Batara Kamajaya.
Kelebihannya: Tampan wajahnya, anteng tidak lelemeran atau tidak gampang jatuh ke dalam godaan. Senang berdarma. Sikap dan perbuatannya selalu menyenangkan hati orang lain, sehingga dicintai banyak orang. Tangkas dalam berbicara. Besar rasa tanggungjawabnya.
Kekurangannya: pemarah dan pemboros, sehingga penghasilannya selalu kurang. Kayunya adalah kayu tangan. menggambarkan watak yang senang bekerja, agglidhik atau tidak mau menganggur.

Burungnya adalah burung Bido yang mempunyai watak besar amarahnya dan selalu tergoda untuk menginginkan haknya orang lain.
Dewanya Wuku Galungan digambarkan sedang memangku bokor berisi air, artinya dapat menyejukan hati orang, menghibur hati susah dan senang menyumbangkan tenaganya.
Datangnya bahaya akibat pertengkaran.
Hari naas : Minggu Pahing, Senin Pon dan Selasa Wage.
Hari baik : tidak jelas.
herjaka HS

primbon jawa hari dan tanggal untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(22 Januari 2012 – 28 Januari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik tersebut berawal dari sebuah peristiwa getir yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, peristiwa getir tersebut diingat tanggal dan harinya sebagai catatan peristiwa getir masa lalu yang pernah terjadi. Sehingga hari dan tanggal saat terjadinya peristiwa getir tersebut menjadi hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 22 Januari sampai dengan hari Sabtu 28 Januari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Kliwon, 27 Sapar 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Legi 4 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Kliwon, 22 Januari 2012, kalender Jawa 27 Sapar 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Legi 23 Januari 2012, kalender Jawa 28 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Paing, 24 Januari 2012, kalender Jawa 29 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Pon, 25 Januari 2012, kalender Jawa 1 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Wage 26 Januari 2012, kalender Jawa 2 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Kliwon, 27 Januari 2012, kalender Jawa 3 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Legi, 28 Januari 2012, kalender Jawa 4 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 22 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 28 Januari 2012 atau Minggu Kliwon 27 Sapar sampai dengan Sabtu Legi 4 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Sungsang, wuku nomor 10.
Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
karya herjaka HS

Wuku Sungsang
Menurut kisahnya nama Sungsang diambil dari nama anak Prabu Watugunung yang nomor delapan yang bernama Raden Sungsang
Penggambaran wuku Sungsang:
Raden Sungsang (kiri) menghadap Batara Gana, Dewa berkepala Gajah, dengan menyanding gedong terguling. ada burung Nori yang terbang diatas pohon Tangan.
Ciri-ciri wuku Sungsang adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Sungsang adalah Batara Gana.
  • Kelebihannya: pekerja keras, tidak mau menganggur. Lancar rejekinya. Mau berkorban tanpa pamrih sehingga cenderung boros.
  • Kekurangannya: hatinya serakah, iri akan harta orang lain, dan cenderung jahat.
  • Kayunya adalah pohon Tangan, gambaran dari orang yang senang bekerja
  • Burungnya adalah burung Nori, gambaran dari watak boros
  • Wuku ini digambarkan sedang menghadap gedong yang terguling, artinya menghamburkan harta bendanya
  • Datangnya bahaya akibat terkena alat dari besi,baik yang tajam dan tumpul
  • Hari naas : tidak jelas.
  • Hari baik : tidak jelas
herjaka HS

primbon jawa memilih tanggal untuk berergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(8 Januari 2012 – 14 Januari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian secara khusus, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 8 Januari sampai dengan hari Sabtu 14 Januari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Legi, 13 Sapar 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Paing 19 Sapar 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Legi, 8 Januari 2012, kalender Jawa 13 Sapar 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Paing 9 Januari 2012, kalender Jawa 14 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Pon, 10 Januari 2012, kalender Jawa 15 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Wage, 11 Januari 2012, kalender Jawa 16 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Kliwon 12 Januari 2012, kalender Jawa 17 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Legi, 13 Januari 2012, kalender Jawa 18 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Paing, 14 Januari 2012, kalender Jawa 19 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 8 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 14 Januari 2012 termasuk di dalam Wuku Warigagung, wuku nomor 8.
Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
karya herjaka HS
Wuku Warigagung
Gambar Raden Warigagung (kiri) menghadap Batara Maharesi, tampaklah ada gedong di depan dan di belakang yang melambangkan berkelimpahan materi, dikelilingi oleh hartabenda. Umbul-umbul di belakang, masa tua bahagia. Gambar burung betet yang terbang di atas pohon cemara melambangkan rajin bekerja untuk mencari rejeki
Ciri-ciri wuku Warigagung adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Warigagung adalah Batara Maharesi
  • Kelebihannya: umumnya hemat, pandai mencari nafkah.
  • Kekurangannya: sombong, banyak bicara dan bermulut besar.
  • Kayunya adalah pohon cemara, perwatakannya angkuh
  • Yang bernaung di wuku Wariagung ini pada masa hidupnya mendapat beban yang berat.
  • Lambang wuku Wariagung adalah ketug lindu, artinya menjaga benar-benar akan sandang dan pangannya. Oleh karena kerja kerasnya, di hari tua akan menuai kebahagiaan lahir dan kebahagiaan batin
Datangnya bahaya adalah dicelakai atau difitnah oleh keluarganya sendiri.
Hari naas : Minggu Legi

herjaka HS

primbon jawa hari baik untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(25 Desember 2011 – 31 Desember 2011)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian secara khusus, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 25 Desember sampai dengan hari Sabtu 31 Desember 2011, atau dalam kalender Jawa Minggu Paing, 29 Sura 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Pon 5 Sapar Tahun 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Paing, 25 Desember 2011, kalender Jawa 29 Sura, tahun 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Pon 26 Desember 2011, kalender Jawa 30 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Wage, 27 Desember 2011, kalender Jawa 1 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), sangat tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Kliwon, 28 Desember 2011, kalender Jawa 2 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Legi 29 Desember 2011, kalender Jawa 3 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Paing, 30 Desember 2011, kalender Jawa 4 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Pon, 31 Desember 2011, kalender Jawa 5 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada minggu ini dari 25 Desember 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 wukunya adalah Wuku Gumbreg, wuku nomor 6
Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
karya herjaka HS

Penggambaran Wuku Gumbreg
Raden Gumbreg menghadap Batara Cakra, kayunya adalah beringin, melambangkan bahwa Wuku Gumbreg dapat dijadikan perlindungan bagi sanak keluarga. Burungnya Ayam Alas, cekatan dalam bekerja sehingga disenangi atasan, mudah mendatangkan kemujuran. Kaki kanan Batara Cakra direndam air dalam bokor, sikapnya sejuk menentramkan. gedong terletak di belakang, tidak senang memamerkan harta kekayaannya
Watak seseorang yang lahir dalam siklus waktu Wuku Gumbreg:
Kemauannya keras, segala sesuatu yang diinginkan tidak dapat dihalangi, dan harus segera terlaksana. Namun pada dasarnya ia adalah orang yang murah hati, dermawan, apa adanya, tidak mau berpura-pura, serta rela berkorban untuk orang lain.
herjaka HS

primbon jawa hari baik untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(18 Desember 2011 – 24 Desember 2011)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 18 Desember sampai dengan hari Sabtu 24 Desember 2011, atau dalam kalender Jawa Minggu Kliwon, 22 Sura 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Legi 28 Sura Tahun 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Kliwon, 18 Desember 2011, kalender Jawa 22 Sura, tahun 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Legi 19 Desember 2011, kalender Jawa 23 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Paing, 20 Desember 2011, kalender Jawa 24 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Pon, 21 Desember 2011, kalender Jawa 25 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Wage 22 Desember 2011, kalender Jawa 26 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Kliwon, 23 Desember 2011, kalender Jawa 27 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Legi, 24 Desember 2011, kalender Jawa 28 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada minggu ini dari 18 Desember 2011 sampai dengan 24 Desember 2011 wukunya adalah Wuku Tolu, wuku nomor 5
Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
karya herjaka HS
penggambaran wuku Tolu:
Raden Tolu (kiri) menghadap Batara Bayu..
Rumah gedong ada di depan dan umbul-umbul ada di belakang.
Burung Branjangan hinggap di atas pohon Walikukun yang menaunginya.

Ciri-ciri wuku Tolu adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Tolu adalah Batara Bayu
  • Kelebihannya: bagus rupawan, kukuh pendiriannya, dan sabar. Ulet dalam bekerja sehingga dapat membahagiakan hidupnya, serius dalam pembicaraan, luhur budi, teliti, hatinya baik, senang pada tempat yang sepi.
  • Kekurangannya: kalau marah berkepanjangan, sedikit sombong, dan kadang-kadang mau berbohong.
  • Kayunya adalah kayu Walikukun.
  • Burungnya adalah burung Branjangan, wataknya mendatangkan angin besar.
  • Lambang wuku Tolu adalah lengkawa kuwung, besar piyangkuhe (angkuh), hatinya tidak dapat dijajagi.
  • Gedhongnya di depan, artinya senang memperlihatkan keduniawian.
  • Umbul-umbul berada di belakang, artinya bahwa kesuksesan dan kesejahteraan berada di usia tua.
  • Datangnya bahaya : digigit binatang buas, kena taring atau terkena benda tajam.
Hari naas : tidak jelas.
Hari baik : tidak menentu.

herjaka HS

primbon jawa hari baik untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(11 Desember 2011 – 17 Desember 2011)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya. Tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa dalam keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari. Misalkan hari Kamis Kliwon 30 September 1965 tentunya menjadi hari yang sangat tidak baik bagi bangsa Indonesia.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 11 Desember sampai dengan hari Sabtu 17 Desember 2011, atau dalam kalender Jawa Minggu Pon, 15 Sura 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Wage 21 Sura Tahun 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Pon, 11 Desember 2011, kalender Jawa 15 Sura, tahun 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Wage 12 Desember 2011, kalender Jawa 16 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Kliwon, 13 Desember 2011, kalender Jawa 17 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Legi, 14 Desember 2011, kalender Jawa 18 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), sangat tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Paing 15 Desember 2011, kalender Jawa 19 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Pon, 16 Desember 2011, kalender Jawa 20 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Wage, 17 Desember 2011, kalender Jawa 21 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada minggu ini dari 11 Desember 2011 sampai dengan 17 Desember 2011 wukunya adalah Wuku Kuranthil, wuku nomor 4

Kuranthil (kiri) menghadap Batara Langsur yang membawa umbul-umbul.
Bokor air ada di sebelah kirinya.
Rumah gedong di depan dalam keadaan terguling
Burung Slindhitan hinggap di atas pohon ingas yang menaunginya.
karya herjaka HS

Ciri-ciri wuku Kuranthil adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Wukir adalah Batara Langsur.
  • Kelebihannya: teguh pendiriannya, rajin bekerja, mudah disenangi orang termasuk juga atasannya.
  • Kekurangannya: pemarah, pemboros (sehingga mudah celaka karena sifat borosnya), jika menjadi pemimpin tidak dapat melindungi bawahannya dan tidak dapat memberi arahan yang baik.
  • Kayunya adalah kayu ingas, wataknya walaupun gampang panas tetapi sabar.
  • Burungnya adalah burung Slindhitan, wataknya ubed, ringan tangan, tidak mau menganggur
  • Lambang wuku Wukir adalah anggara kasih nuju wogan, tidak langgeng budinya atau kurang stabil dalam menyikapi hidup dan kehidupannya.
  • Gedhongnya di depan artinya pradah dan tidak bisa menyimpan harta-bendanya.
  • Air yang ditempatkan di sebelah kiri, artinya budinya selingkuh, ada hal-hal yang disembunyikan.
  • Memanggul umbul-umbul artinya mempunyai kamulyan.
Datangnya bahaya : karena jatuh
Hari naas : tidak jelas
Hari baik : Sabtu Wage

herjaka HS