Selasa, 24 Juni 2014

primbon jawa hari untuk berpergian

Catatan Hari Baik untuk Berpergian
(5 Pebruari 2012 – 11 Pebruari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna ada ditulis daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik berawal dari sebuah tragedi yang menimpa keluarga, kelompok atau pun bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, tanggal dan hari terjadinya tragedi dicatat dan diingat sebagai hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 5 Pebruari sampai dengan hari Sabtu 11 Pebruari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Wage, 12 Mulud 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Kliwon 18 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Penggambaran Wuku Kuningan:
Raden Kuningan (kiri) menghadap Batara Endra.
Pohonnya adalah pohon Wijayakusuma, burungnya adalah burung Urang-urangan
(karya herjaka HS)


Minggu Wage, 5 Pebruari 2012, kalender Jawa 12 Mulud 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Kliwon 6 Pebruari 2012, kalender Jawa 13 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Legi, 7 Pebruari 2012, kalender Jawa 14 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Paing, 8 Pebruari 2012, kalender Jawa 15 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Pon 9 Pebruari 2012, kalender Jawa 16 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Wage, 10 Pebruari 2012, kalender Jawa 17 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Kliwon, 11 Pebruari 2012, kalender Jawa 18 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 5 Pebruari 2012 sampai dengan Sabtu 11 Pebruari 2012 atau Minggu Wage 12 Mulud sampai dengan Sabtu Kliwon 18 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Kuningan, wuku nomor 12. 

Ciri-ciri wuku Kuningan adalah sebagai berikut :
Dewa yang menaungi wuku Kuningan adalah Batara Endra
Kelebihannya: luhur budinya, berwibawa, manis tutur katanya, hemat, tertib dan teliti dalam pekerjaan
Kekurangannya: cenderung pelit, sifatnya tertutup, suka menyendiri, menjauhi keramaian Kayu atau pohonnya adalah Wijayakusuma. Wataknya rahayu atau selamat, jeli dalam mengamati segala sesuatu
Burungnya adalah burung Urang-urangan yang mempunyai watak trampil dalam hal pekerjaannya, namun pemalu dan mudah tersinggung
Gedong tertutup yang berada di belakang, menggambarkan bahwa Wuku Kuningan lekat dengan harta miliknya
Bencananya : dikucilkan oleh lingkungan masyarakat
Hari naas : Jumat Wage.
Hari baik : tidak jelas.

primbon jawa hari untuk berpergian

Catatan Hari Baik untuk Berpergian
(29 Januari 2012 – 4 Pebruari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna ada ditulis daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik berawal dari sebuah tragedi yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, tanggal dan hari terjadinya tragedi dicatat dan diingat sebagai hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 29 Januari sampai dengan hari Sabtu 4 Pebruari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Paing, 5 Mulud 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Pon 11 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Minggu Paing, 29 Januari 2012, kalender Jawa 5 Mulud 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Pon 30 Januari 2012, kalender Jawa 6 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Wage, 31 Januari 2012, kalender Jawa 7 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Kliwon, 1 Pebruari 2012, kalender Jawa 8 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Legi 2 Pebruari 2012, kalender Jawa 9 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Paing, 3 Pebruari 2012, kalender Jawa 10 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Pon, 4 Pebruari 2012, kalender Jawa 11 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 29 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 4 Pebruari 2012 atau Minggu Paing 5 Mulud sampai dengan Sabtu Pon 11 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Galungan, wuku nomor 11. 
Ciri-ciri wuku Galungan adalah sebagai berikut :
Dewa yang menaungi wuku Galungan adalah Batara Kamajaya.
Kelebihannya: Tampan wajahnya, anteng tidak lelemeran atau tidak gampang jatuh ke dalam godaan. Senang berdarma. Sikap dan perbuatannya selalu menyenangkan hati orang lain, sehingga dicintai banyak orang. Tangkas dalam berbicara. Besar rasa tanggungjawabnya.
Kekurangannya: pemarah dan pemboros, sehingga penghasilannya selalu kurang. Kayunya adalah kayu tangan. menggambarkan watak yang senang bekerja, agglidhik atau tidak mau menganggur.

Burungnya adalah burung Bido yang mempunyai watak besar amarahnya dan selalu tergoda untuk menginginkan haknya orang lain.
Dewanya Wuku Galungan digambarkan sedang memangku bokor berisi air, artinya dapat menyejukan hati orang, menghibur hati susah dan senang menyumbangkan tenaganya.
Datangnya bahaya akibat pertengkaran.
Hari naas : Minggu Pahing, Senin Pon dan Selasa Wage.
Hari baik : tidak jelas.
herjaka HS

primbon jawa hari dan tanggal untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(22 Januari 2012 – 28 Januari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan ulah manusia itu sendiri. Terjadinya hari yang kurang baik tersebut berawal dari sebuah peristiwa getir yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari. Seiring dengan perjalanan waktu, peristiwa getir tersebut diingat tanggal dan harinya sebagai catatan peristiwa getir masa lalu yang pernah terjadi. Sehingga hari dan tanggal saat terjadinya peristiwa getir tersebut menjadi hari yang kurang baik.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat secara turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik jika digunakan untuk berpergian secara khusus, atau pun untuk keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, yaitu mulai hari Minggu 22 Januari sampai dengan hari Sabtu 28 Januari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Kliwon, 27 Sapar 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Legi 4 Mulud 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Raden Galungan (kiri) menghadap Batara Kamajaya yang memangku bokor isi air.
Pohonnya adalah pohon tangan, dan burungnya adalah burung Bido.
(karya Herjaka HS)
Minggu Kliwon, 22 Januari 2012, kalender Jawa 27 Sapar 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Legi 23 Januari 2012, kalender Jawa 28 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Paing, 24 Januari 2012, kalender Jawa 29 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Pon, 25 Januari 2012, kalender Jawa 1 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Wage 26 Januari 2012, kalender Jawa 2 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), kurang baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Kliwon, 27 Januari 2012, kalender Jawa 3 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Legi, 28 Januari 2012, kalender Jawa 4 Mulud 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 22 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 28 Januari 2012 atau Minggu Kliwon 27 Sapar sampai dengan Sabtu Legi 4 Mulud 1945 Wawu, termasuk di dalam Wuku Sungsang, wuku nomor 10.

Wuku Sungsang
Menurut kisahnya nama Sungsang diambil dari nama anak Prabu Watugunung yang nomor delapan yang bernama Raden Sungsang
Penggambaran wuku Sungsang:
Raden Sungsang (kiri) menghadap Batara Gana, Dewa berkepala Gajah, dengan menyanding gedong terguling. ada burung Nori yang terbang diatas pohon Tangan.
Ciri-ciri wuku Sungsang adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Sungsang adalah Batara Gana.
  • Kelebihannya: pekerja keras, tidak mau menganggur. Lancar rejekinya. Mau berkorban tanpa pamrih sehingga cenderung boros.
  • Kekurangannya: hatinya serakah, iri akan harta orang lain, dan cenderung jahat.
  • Kayunya adalah pohon Tangan, gambaran dari orang yang senang bekerja
  • Burungnya adalah burung Nori, gambaran dari watak boros
  • Wuku ini digambarkan sedang menghadap gedong yang terguling, artinya menghamburkan harta bendanya
  • Datangnya bahaya akibat terkena alat dari besi,baik yang tajam dan tumpul
  • Hari naas : tidak jelas.
  • Hari baik : tidak jelas
herjaka HS

primbon jawa memilih tanggal untuk berergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(8 Januari 2012 – 14 Januari 2012)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian secara khusus, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 8 Januari sampai dengan hari Sabtu 14 Januari 2012, atau dalam kalender Jawa Minggu Legi, 13 Sapar 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Paing 19 Sapar 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:
Raden Wariagung (kiri) menghadap Batara Maharesi dengan menghadap rumah gedong
dan membelakangi rumah gedong Burung betet terbang di atas pohon cemara
Minggu Legi, 8 Januari 2012, kalender Jawa 13 Sapar 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Paing 9 Januari 2012, kalender Jawa 14 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Pon, 10 Januari 2012, kalender Jawa 15 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Wage, 11 Januari 2012, kalender Jawa 16 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Kliwon 12 Januari 2012, kalender Jawa 17 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Legi, 13 Januari 2012, kalender Jawa 18 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Paing, 14 Januari 2012, kalender Jawa 19 Sapar 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada hari Minggu 8 Januari 2012 sampai dengan Sabtu 14 Januari 2012 termasuk di dalam Wuku Warigagung, wuku nomor 8.
Ciri-ciri wuku Warigagung adalah sebagai berikut :
  • Dewa yang menaungi wuku Warigagung adalah Batara Maharesi
  • Kelebihannya: umumnya hemat, pandai mencari nafkah.
  • Kekurangannya: sombong, banyak bicara dan bermulut besar.
  • Kayunya adalah pohon cemara, perwatakannya angkuh
  • Yang bernaung di wuku Wariagung ini pada masa hidupnya mendapat beban yang berat.
  • Lambang wuku Wariagung adalah ketug lindu, artinya menjaga benar-benar akan sandang dan pangannya. Oleh karena kerja kerasnya, di hari tua akan menuai kebahagiaan lahir dan kebahagiaan batin
Datangnya bahaya adalah dicelakai atau difitnah oleh keluarganya sendiri.
Hari naas : Minggu Legi

herjaka HS

primbon jawa hari baik untuk berpergian

Memilih Hari dan Tanggal untuk Berpergian
(25 Desember 2011 – 31 Desember 2011)

Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna dituliskan daftar hari yang masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu hari hari yang baik itu, satu persatu diubah statusnya oleh manusia dan kehidupannya menjadi hari yang tidak baik bahkan sangat tidak baik. Hal tersebut dapat diketahui dari catatan peristiwa getir masa lalu, baik itu peristiwa yang menimpa keluarga, kelompok atau pun sebuah bangsa, yang berhubungan dengan hari.
Kitab Primbon adalah ‘ilmu titen’, niteni kejadian-kejadian yang pada kenyataannya mendatangkan peristiwa yang tidak diinginkan dan pengaruhnya masih dirasakan dan diingat turun temurun. Berkaitan dengan niteni hari, ada beberapa hari dan tanggal yang kurang baik untuk berpergian secara khusus, dan keperluan lainnya dalam satu minggu ke depan, mulai hari Minggu 25 Desember sampai dengan hari Sabtu 31 Desember 2011, atau dalam kalender Jawa Minggu Paing, 29 Sura 1945 Wawu sampai dengan Sabtu Pon 5 Sapar Tahun 1945 Wawu, dengan perincian sebagai berikut:

Penggambaran Wuku Gumbreg
Raden Gumbreg menghadap Dewa Cakra
Binatang ayam alas menggambarkan gesit dan cekatan
Gedong dibelakang menggambarkan tidak suka menonjolkan kekayaannya
Pohon beringin menggambarkan dapat menjadi pengayoman, perlindungan
Kaki Dewa Cakra yang dicelupkan di bokor air menggambarkan pikiran jernih dan ding
Minggu Paing, 25 Desember 2011, kalender Jawa 29 Sura, tahun 1945 Wawu, (terhitung mulai Sabtu sore jam 18.00 s/d Minggu sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Senin Pon 26 Desember 2011, kalender Jawa 30 Sura, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Minggu sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Selasa Wage, 27 Desember 2011, kalender Jawa 1 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Senin sore jam 18.00 s/d Selasa sore jam 18.00), sangat tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Rabu Kliwon, 28 Desember 2011, kalender Jawa 2 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Selasa sore jam 18.00 s/d Rabu Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Kamis Legi 29 Desember 2011, kalender Jawa 3 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Rabu sore jam 18.00 s/d Kamis Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Jumat Paing, 30 Desember 2011, kalender Jawa 4 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Kamis sore jam 18.00 s/d Senin Sore jam 18.00), baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Sabtu Pon, 31 Desember 2011, kalender Jawa 5 Sapar, tahun 1945 Wawu (terhitung mulai Jumat sore jam 18.00 s/d Sabtu sore jam 18.00), tidak baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.
Bagi bayi yang lahir pada minggu ini dari 25 Desember 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 wukunya adalah Wuku Gumbreg, wuku nomor 6

Watak seseorang yang lahir dalam siklus waktu Wuku Gumbreg:
Kemauannya keras, segala sesuatu yang diinginkan tidak dapat dihalangi, dan harus segera terlaksana. Namun pada dasarnya ia adalah orang yang murah hati, dermawan, apa adanya, tidak mau berpura-pura, serta rela berkorban untuk orang lain.
herjaka HS
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com